<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>-=[banksonk a.k.a bento]=- &#187; hati</title>
	<atom:link href="http://www.kukukakikukakukaku.com/tag/hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kukukakikukakukaku.com</link>
	<description>www.kukukakikukakukaku.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Aug 2011 04:14:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa yang KITA sombongkan??!!</title>
		<link>http://www.kukukakikukakukaku.com/apa-yang-kita-sombongkan.sonk</link>
		<comments>http://www.kukukakikukakukaku.com/apa-yang-kita-sombongkan.sonk#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 01:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bento</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[angkuh]]></category>
		<category><![CDATA[buruk]]></category>
		<category><![CDATA[congkak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[nurani]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[tercela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kukukakikukakukaku.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya,
“Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab,
“Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/_c2MHLyL7X4Q/StsQCtCc5SI/AAAAAAAAAMQ/SUC_It06e1U/s400/sikap+sombong.jpg" alt="" width="400" height="327" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Apa yang sedang Anda lakukan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Sang Guru menjawab,</p>
<p style="text-align: justify;">“Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain. Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan. Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi.</p>
<p style="text-align: justify;">Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.</p>
<p>Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?</p>
<p>source : http://haritsaja.wordpress.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kukukakikukakukaku.com/apa-yang-kita-sombongkan.sonk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan Itu (Kadang) Bodoh</title>
		<link>http://www.kukukakikukakukaku.com/perempuan-itu-kadang-bodoh.sonk</link>
		<comments>http://www.kukukakikukakukaku.com/perempuan-itu-kadang-bodoh.sonk#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 22:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bento</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[gila]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kadang]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[kebanyakan]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<category><![CDATA[stupid]]></category>
		<category><![CDATA[tergila gila]]></category>
		<category><![CDATA[terluka]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kukukakikukakukaku.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan itu (kadang) bodoh.
Jika ada pemuda yang mendekati, akan mengira bahwa pemuda memiliki perasaan lebih padanya. Bahkan walau isi pesannya hanya “halo, sedang apa?”
Perempuan itu (kadang) bodoh.
Jika seorang pemuda mulai mengajaknya mengobrol dengan sering dan atau suka meneleponnya sesaat sebelum tidur, perempuan akan merasa kegirangan tanpa sebab yang jelas.
Perempuan itu (kadang) bodoh.
Setelah si pemuda mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Jika ada pemuda yang mendekati, akan mengira bahwa pemuda memiliki perasaan lebih padanya. Bahkan walau isi pesannya hanya “halo, sedang apa?”</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Jika seorang pemuda mulai mengajaknya mengobrol dengan sering dan atau suka meneleponnya sesaat sebelum tidur, perempuan akan merasa kegirangan tanpa sebab yang jelas.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Setelah si pemuda mulai sering mengirimkan pesan, dan sering berbalas pesan juga, maka perempuan akan menjadikan si pemuda sebagai kebiasaannya. Menjadi kebiasaan seperti heroin. Yang jika tidak muncul sehari akan dicari-cari. Yang jika sehari saja tidak mengirim pesan akan terasa satu decade. Yang akan merasa ‘sakaw’ seperti berhenti dari kecanduan. Ya. Sungguh bodoh.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Selalu merasa terganggu dengan setiap perlakuan dari setiap pemuda yang datang (dan juga pergi). Yang padahal mungkin bagi si pemuda tidak berbekas apapun, tapi baginya akan terasa sangat special.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Yang akan selalu mematri setiap detail perkataan dan perlakuan dari seorang pemuda yang meninggalkannya dengan janji yang tidak pernah tertepati, yang akan selalu melihat semua pesan pesan yang pernah pemuda kirimi untuknya di masa lalu, bahkan walau kini pemuda itu telah menjalani hidup bersama perempuan lain yang manis selama 2 tahun.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Yang tidak dapat dengan mudah “move on” untuk seorang pemuda yang padahal tidak pernah menyatakan bahwa pemuda itu “into you”.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Yang akan selalu merasa pusing dan kebingungan untuk kehadiran dua hati dalam satu waktu. Meskipun dia tidak diminta memilih, tapi hatinya tetap tidak bisa memasukkan dua hati lain dalam satu waktu. Padahal mungkin hati hati lain yang hendak memasuki hatinya itu, hanya berkunjung.<br />
Iya. Perempuan itu (kadang) bodoh. Dia selalu tidak dapat dengan mudah untuk pergi meski semua pertaruhan sudah menunjukkan agar dia beranjak dari permainan.</p>
<p>Perempuan itu (kadang) bodoh.<br />
Karena dia dapat sekali dengan mudah dibuat berbesar hati dengan perkataan “stay by my side”<br />
Padahal, dia mestinya dapat menjaga hati untuk orang yang memang benar-benar berniat memasukkan dia dalam hatinya.<br />
Aku tidak suka menjadi perempuan bodoh itu, meski pada kenyataannya, aku tetaplah, perempuan yang (kadang) bodoh itu.</p>
<p>Perempuan yang sangat bodoh adalah aku. Iya. Sangat bodoh.<br />
Seharusnya aku tidak pernah membuka celah sedikitpun. Pada siapapun.<br />
…..<br />
Heartless and so numb. That’s all I feel.<br />
God knows its flow. Seharusnya…<br />
Seharusnya aku bisa sedikit pintar. Tuhan, lain kali, jangan bermain dengan hatiku lagi ya?</p>
<p>Aku terluka, Tuhan. Menjadi wanita bodoh.<br />
<code><br />
By: Wandiras Senja Larasati<br />
</code><br />
<code>source : lareosing.org</code></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kukukakikukakukaku.com/perempuan-itu-kadang-bodoh.sonk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjamah Yang Lain</title>
		<link>http://www.kukukakikukakukaku.com/terjamah-yang-lain-by-sheila-on-7.sonk</link>
		<comments>http://www.kukukakikukakukaku.com/terjamah-yang-lain-by-sheila-on-7.sonk#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 10:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bento</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[terjamah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kukukakikukakukaku.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Seiring meredupnya lilin
mencari tahu akhir jalanku
selepas sinar senja punah
perlahan sakit hatinya mati
Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
My dear, &#8230;.
apa yang kau dengar
saat angin menyentuh hatimu
Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring meredupnya lilin<br />
mencari tahu akhir jalanku<br />
selepas sinar senja punah<br />
perlahan sakit hatinya mati</p>
<p>Apa yang kan terjadi<br />
pastinya kan terjadi<br />
biar waktu yg menghakimi<br />
dan aku akan terus bertahan<br />
mengharapkannya, menantikannya</p>
<p>My dear, &#8230;.<br />
apa yang kau dengar<br />
saat angin menyentuh hatimu</p>
<p>Apa yang kan terjadi<br />
pastinya kan terjadi<br />
biar waktu yg menghakimi<br />
dan aku akan terus bertahan<br />
mengharapkannya, menantikannya<br />
walau pedihnya tak tertahankan<br />
melihatnya terjamah yang lain</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kukukakikukakukaku.com/terjamah-yang-lain-by-sheila-on-7.sonk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

